GLYCEMIC INDEX AND GLYCEMIC LOAD

Posted: Juli 25, 2012 in Pola Hidup Sehat

Glycemic Index

Konsep indeks glikemik ditemukan pertama kali pada tahun 1981 oleh Dr. David Jenkins, seorang professor gizi di Universitas Toronto, Canada. Untuk membantu pasien diabetes mellitus memilih atau menentukan makanan mana yang paling tepat untuk mereka konsumsi.

Indeks Glikemik (IG) adalah indikator kenaikan kadar gula darah dalam waktu 3 jam meningkat setelah makan sesuatu. Kenaikannya dibandingkan dengan glukosa sebagai standarnya. Glukosa sebagai standar memiliki indeks glikemik 100 (Hartono, A. 2009).

Faktor indeks glikemik ini perlu diperhatikan karena proses pencernaan yang lambat serta respon meningkat dan menurunnya glukosa darah setelah makan makanan yang rendah indeks glikemik-nya akan membantu mengatur kadar gula darah pada orang dengan penyakit diabetes mellitus.

Tinggi rendahnya nilai indeks glikemik dipengaruhi oleh kecepatan mencerna bahan makanan yang dimakan. Faktor yang mempengaruhi indeks glikemik makanan antara lain (Sutanto, LB. 2005. Damayanti, 2002):

  • Cara memasak makanan

Semakin banyak melalui proses pengolahan atau pemasakan semakin tidak memerlukan pencernaan di usus. Oleh karena itu nilai indeks glikemiknya semakin meningkat.

  • Bentuk fisik dari makanan

Semakin tinggi kandungan serat di dalam bahan makanan, semakin perlahan dicerna, artinya bahan makanan tersebut memiliki indeks glikemik yang rendah.

  • Jenis kandungan pati dan serat

Makanan yang mengandung pati jenis amilosa mempunyai nilai indeks glikemik yang lebih rendah daripada makanan yang mengandung pati jenis amilopektin.

  • Serat

Serat larut lambat dicerna sehingga memberikan efek nilai indeks glikemik yang rendah.

  • Gula

Berbagai jenis gula terkandung dalam bahan makanan, namun memiliki indeks glikemik yang berbeda. Seperti misalnya fruktosa yaitu jenis gula yang banyak dijumpai dalam buah-buahan mempunyai indeks glikemik yang rendah dibandingkan dengan jenis gula yang lain.

  • Rendahnya tingkat gelatinisasi

Semakin rendah tingkat gelatinisasi tepung, semakin rendah kecepatan mencerna.

  • Infact Grain

Serabut yang melapisi kacang-kacangan dan biji-bijian akan bertindak sebagai pemberantas, sehingga menurunkan masuknya enzim ke dalam tepung-tepungan

  • Lemak

Lemak akan menurunkan kecepatan pengosongan lambung sehingga kecepatan mencerna tepung juga akan menurun. Contoh : keripik kentang mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah dari pada kentang panggang.

  • Interaksi antara protein dan lemak dengan tepung

Interaksi antara protein atau lemak dengan tepung akan menurunkan pencernaan tepung.

  • Zat anti gizi

Beberapa makanan mengandung zat yang dapat menghambat pencernaan tepung, seperti phitat, tannin.

Indeks glikemik beberapa bahan makanan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Indeks glikemik beberapa bahan makanan

Jenis

IG %
(Glukosa = 100)

Jenis

IG %
(Glukosa = 100)

Bubur (beras merah)

92

Kentang rebus

56

Beras putih, rendah amilosa (pulen, ketan)

88

Jagung manis

55

Kentang panggang

84

Mangga

55

Corn flakes

73

Keripik kentang

54

Madu

72

Singkong

54

Semangka

71

Pisang

53

Wortel

69

Bulgar rebus

48

Roti (terigu)

68

Buah anggur

43

Softdrink

68

Jeruk

43

Jagung (corn meal)

68

Pir

36

Nenas

66

Apel

36

Gula pasir

55

Fruktosa

23

Es krim

61

Kedelai

18

Beras putih, tinggi amilosa

59

Kacang tanah

14

Sumber : Nutrition Almanak, 2007

Kategori indeks glikemik makanan ada 3 yaitu :

  1. Indeks glikemik rendah bila < 55,
  2. Indeks glikemik sedang antara 55-70
  3. Indeks glikemik tinggi bila > 70.

Glycemic Load

Sementara itu jenis makanan yang dapat mempertahankan kadar gula yang tinggi dalam waktu lebih lama disebut dengan makanan dengan glycemic load (GL) tinggi.

Glycemic load (GL) ini dikembangkan oleh pakar gizi di Universitas Harvard, AS dan diibaratkan sebagai kekuatan (power) yang mendorong suatu makanan untuk mempengaruhi kadar gula darah dalam jangka waktu 3 jam.

Untuk mengetahui kadar GL suatu makanan digunakan formula (rumus) : indeks glikemik dikalikan dengan jumlah karbohidrat dalam makanan dibagi seratus.

Selanjutnya nilai referensi untuk GL adalah :

  • GL tinggi apabila > 20
  • GL sedang bila nilainya 11-19
  • GL rendah bila <10.

 

Kombinasi IG dan GL dalam makanan (Hartono, A. 2009).

  • IG dan GL tinggi

Makanan dengan IG dan GL yang tinggi membuat gula darah melonjak. Lonjakannya akan bertahan selama 3 jam. Makanan ini segera menaikkan gula darah dan karena dibalik kenaikan tersebut terdapat power untuk mempertahankan lonjakan.

Contoh makanan dengan IG dan GL tinggi seperti : sirup, softdrink, kue kering dan tart.

  • IG rendah dan GL tinggi

Makanan dengan IG rendah dan GL tinggi dapat menaikkan gula darah tetapi kenaikannya hanya terjadi jika bahan makanan tersebut dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak. Contoh makanan dengan IG rendah dan GL tinggi adalah jus buah tanpa gula.

  • IG tinggi, GL rendah

Makanan dengan IG tinggi dan GL rendah seperti wortel impor dan kentang hanya akan menaikkan gula darah sesaat, tetapi tidak terlalu bermakna terhadap kadar gula darah 2-3 jam setelah makan.

  • IG dan GL rendah

Makanan jenis ini adalah makanan yang terbaik untuk mengurangi kemungkinan lonjakan kenaikan gula darah seketika sesudah makan maupun kadar gula darah 2-3 jam setelah makan. Contoh makanan ini adalah kedelai termasuk hasil olahannya (susu kedelai, tahu, dan tempe)

DAFTAR PUSTAKA

(Ada pada penulis)

(Suiraoka, 25072012)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s