MENTAH LEBIH SEHAT?

Posted: Mei 27, 2012 in Pola Hidup Sehat

Konsumsi pangan mentah sebetulnya bukan hal baru. Masyarakat Yunani mengenal apuratropis (apura berarti makanan mentah). Bahkan ahli matematika terkenal, Phytagoras juga menjalani apuratropis. Dewasa ini, di abad modern konsumsi pangan mentah menjadi salah satu pilihan untuk memperoleh hidup sehat.  Namun tidak semua jenis pangan ini dimakan mentah, melainkan dari kebanyakan dari kelompok sayuran dan buah-buahan. Seperti salah satunya tradisi kuliner dimasyarakat sebenarnya telah mengadopsi konsep pangan mentah seperti budaya mengkonsumsi lalapan. Di dalam lalapan beberapa sayuran mentah disajikan seperti mentimun, tomat, terong, kol, kacang panjang dan daun kemangi.

Kaya enzim

Apa bedanya kita mengkonsumsi sayuran yang mentah dengan yang sudah matang? Pada sayuran mentah kaya enzim yang membantu proses pencernaan dan bermanfaat bagi tubuh. Dr. Ellen W. Cutler, seorang ahli gizi dari Amerika mengatakan makanan yang kaya enzim disebut raw food atau pangan mentah.

Makanan itu bisa berupa makanan mentah atau makanan yang dimasak dengan suhu kurang dari 40oC. Memasak diatas suhu tersebut dapat merusak dan memecah enzim yang terkandung dalam bahan makanan. Apabila mengkonsumsi makanan tanpa enzim akan mengakibatkan tubuh memproduksi enzim sendiri untuk mencernanya. Padahal jika metabolisme makanan memanfaatkan enzim dari sayuran dan buah mentah, enzim yang diproduksi tubuh berguna untuk keperluan lain seperti menjaga daya tahan tubuh dan imunitas.

Zat gizi tidak banyak hilang

Umumnya sayuran dan buah mentah memiliki kandungan gizi lebih baik daripada produk olahan mereka. Ketika diolah kehilangan zat gizi relative cukup banyak. Bahan yang telah dimasak akan kehilangan 30–80% kandungan gizinya. Apalagi untuk zat-zat gizi minor dan fitonutrien, umumnya mengalami penurunan, bahkan hilang sama sekali setelah mengalami proses pemasakan. Misalnya, gluthatione sebagai zat antikanker dan antioksidan, setelah pemasakan kandungannya menjadi sangat sedikit, bahkan hilang sama sekali. Selain itu, bahan pangan yang masih segar akan lebih mudah dicerna dibandingkan dengan bahan pangan yang telah diolah dan energi yang dikandungnya juga lebih besar.

Dikutip dari bukunya Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS. Guru besar Pangan di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB. Beberapa contoh berkurang/hilangnya zat gizi lain akibat proses pemasakan seperti Vitamin B1 dalam kedelai akan hilang 48-77% akibat perebusan, Flavonoid dalam bayam akan hilang 50% akibat blanching, Asam folat dalam wortel dan bunga kol akan hilang 60% akibat perebusan, Vitamin C dalam brokoli akan hilang 47% karena proses blanching.

Waspadai pestisida dan sumber penyakit lainnya

Pestisida mestinya hanya untuk membasmi serangga dan hama tanaman, nyata-nyata banyak pula meracuni manusia. Keracunan yang dikarenakan tidak disadari, kebanyakan akibat pemakaian pestisida di lapangan dan di dalam rumah, termasuk diperoleh dari bahan makanan produk pertanian.

Idealnya jika ingin terhindar dari bahaya pestisida dalam bahan makanan, konsumen pangan mentah seharusnya mengkonsumsi produk sayuran dan buah dari produk organic. Pertanian organic menggunakan pupuk alamiah non pestisida sehingga menghasilkan produk yang aman dari residu kimia.

Namun perlu diingat selain cemaran kimia, bahan-bahan pangan mentah juga harus terhindar dari mikroba pathogen pemicu penyakit. Beberapa pathogen seperti Salmonela dan Escherichia coli sering mengkontaminasi sayuran mentah. Kedua bakteri ini merupakan penyebab timbulnya diare.

Perlakuan sebelum mengkonsumsi pangan mentah

Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan apabila akan mengkonsumsi sayuran dan buah mentah :

  1. Bersihkan sayuran dengan air bersih yang matang dan mengalir. Jangan gunakan air yang diam, karena air yang diam (direndam) justru akan membuat racun yang sudah larut menempel lagi pada sayuran. Bilaslah sayuran dengan air yang bersih.
  2. Jangan lupa untuk mencuci semua bagian sayuran, bahkan termasuk bagian dalam. Karena kemungkinan pestisida juga ada di bagian dalam bukan hanya dipermukaan saja.
  3. Gunakan sikat gigi atau sikat yang lembut untuk membersihkan pestisida dari buah dan sayur, serta tetap gunakan air yang mengalir.
  4. Selain pencucian, perendaman dengan air panas (blanching) berisi garam juga akan mengurangi kandungan pestisida.

Sayur-sayuran memang diperlukan tubuh untuk mencukupi kebutuhan kita akan berbagai mineral dan vitamin penting. Dan bagi sebagian orang mengkonsumsi mentah dirasa lebih nikmat dan dengan kandungan zat gizi yang tidak banyak hilang. Tetapi, karena di sana ada bahaya, kehati-hatian sangatlah dituntut dalam hal ini. Untuk memperoleh efek yang menyehatkan dari konsumsi pangan mentah harus diperhatikan kebersihan dan budidayanya. (Suiraoka, 27052012).

Komentar
  1. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    Thanks informasinya. Kalau sayuran itu sudah mengandung pestisida, bukannya sama saja ya…mau mentah atau matang pestisidanya tetap ada jika tidak kita bersihkan dg hati-hati terlebih dahulu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s