PAKU SAYUR (PAKIS) DI TEBING MENGANI

Posted: Januari 5, 2016 in Pola Hidup Sehat

Ini adalah satu tulisan lain dari catatan perjalanan mengenal lebih dekat Desa Mengani, Kintamani, Bangli. Karena ada bagian perjalanan yang dilakukan mencari air terjun melintasi tegalan (perkebunan) yang merupakan sisi tebing dan juga menyusuri sungai maka dalam perjalanan cukup banyak ditemukan tanaman paku sayur (Diplazium esculentum) yang merupakan sejenis paku/pakis yang biasa dimakan ental mudanya oleh penduduk Asia Tenggara dan kepulauan di Samudra Pasifik. Jadi bukan hanya di sini saja loo… Paku sayur di jepang dikenal sebagai Kuware Shida, di Philipina disebut Paku-Pako-Paco, di India dinamai Lingra-Lingudu-Dhenkir Shaak, di Hawaii dikenal sebagai Pokole, dan Malaysia biasa disebut Pucuk paku.

Paku sayur ini biasanya tumbuh di tepi sungai atau di tebing-tebing yang lembab dan teduh. Dan sangat tidak umum orang membudidayakan tanaman paku ini. Kalaupun di jual di pasar, biasanya pedagang  memetik di sungai atau di tegalan.

Ternyata sayur paku juga mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah untuk mengatasi sulit buang air besar. Hal ini dikarenakan kandungan seratnya yang tinggi. Kandungan khlorofilnya (zat hijau daun) memberi manfaat adalah untuk detoks sampah pada saluran cerna dan hati. Paku sayur juga mengandung Beta-karoten yang merupakan sumber vitamin A yang bermanfaat untuk anti penuaan dini dan anti infeksi tubuh. Paku sayur juga merupakan sumber vitamin B-Kompleks dan mineral seperti Kalium, Natrium dan magnesium yang alami yang diperlukan tubuh untuk metabolism optimal. Dan satu satu lagi pucuk mudanya memiliki kandungan omega-3 dan omega 6 yang dapat membantu kerja otak.

Sayur Paku dijadikan bahan makanan dengan mengolah sesuai daerahnya juga. Misalnya di Minangkabau ada masakan “Gulai-Pakis”, wilayah india terkenal dengan kulinernya : “Jhol Cury“.
Pengolahannya untuk sayuran biasanya ditumis, oseng-oseng, dijadikan lalapan (tapi setelah direbus) atau digulai. Bahkan di satu tempat (di Desa Cekeng, Bangli) yang pernah kami kunjungi disana sayur pakis dijadikan salah satu bahan sayuran lawar.

Namun yang perlu diperhatikan adalah konsumsi sayur pakis dalam keadaan mentah tidak dianjurkan karena mengandung asam sikimat yang mengganggu pencernaan manusia (tu suira).

Komentar
  1. Ni Made Sri Andani mengatakan:

    Saya sangat suka dengan sayur pakis. Mau itu dibuat pelecing, tumus ataupun dinasak dg kuah santan…sayur pakis selalu enak. Sayang hingga saat ini belum ada tang membudidayakan pakis ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s